Oleh : Asep Rosidi / Ameng
Dia berkata manis di hadapan ku
Dengan sebilah kata yang membuatku Percaya segala perkataannya
Namun di balik semua itu dia berkata lain
Tentang aku terhadap orang lain
Apakah salah ku membuat dia berbuat itu..??
Apakah ada yang salah tentang diri ku
Ataukah tabiad dia yang kurang baik
Ataukah ini sandiwara hidup
Dari sebuah pagelaran kisah kehidupan yang Memaksa setiap orang menelan
Musang berbulu domba dalam kisah nya
Dan dia seolah-olah tak menyadari
Kesalahan yang di perbuat
Walau dalam perputaran waktu menjawab
Atas segala perbuatannya
Rabu, 31 Maret 2010
Ruang Kamar
Oleh : Asep Rosidi / Ameng
Terhimpit di sela ruang kamar
Hanya berteman sebatang rokok
Dan secangkir teh manis
Bergerak raga namun hampa terasa jiwa ini
Tanpa lembaran kertas penukar bahagia
Hanya lamunan melayang
Membayangkan suasana indah, mewah
Dan sedikit teringat kampung halaman
Akan keakraban teman-teman
Dan suasana cerianya keluarga
Bertahan terus bertahan
Namun batin ini tersiksa
Lontaran pertanyaan hidup
Menunggu jawaban langkah hari-hari ku
Sementara aku hanya terdiam
Karena kesendirian ku
Tanpa kebahagiaan di sekeliling
Maafkan aku wahai pikiran yang ada
Dalam raga ku, karena aku tak bisa Memberimu kemana layaknya kau
Berpikir dan melamun dalam suasana
Nyata adanya
Terhimpit di sela ruang kamar
Hanya berteman sebatang rokok
Dan secangkir teh manis
Bergerak raga namun hampa terasa jiwa ini
Tanpa lembaran kertas penukar bahagia
Hanya lamunan melayang
Membayangkan suasana indah, mewah
Dan sedikit teringat kampung halaman
Akan keakraban teman-teman
Dan suasana cerianya keluarga
Bertahan terus bertahan
Namun batin ini tersiksa
Lontaran pertanyaan hidup
Menunggu jawaban langkah hari-hari ku
Sementara aku hanya terdiam
Karena kesendirian ku
Tanpa kebahagiaan di sekeliling
Maafkan aku wahai pikiran yang ada
Dalam raga ku, karena aku tak bisa Memberimu kemana layaknya kau
Berpikir dan melamun dalam suasana
Nyata adanya
Langganan:
Postingan (Atom)