Sabtu, 26 September 2009

Janji

Berucap hanya sebatas celoteh,
Terdengar terbawa hembusan angin
Teringat sebuah janji terucap,
Hiraukan janji munafik membayangi,.
Melepas diri mulut terikat
Dalam sebuah janji..
Sadar akan mulut telah berbicara
Janji menuntut waktu untuk di tepati..

Pesawatku

Waktu kau lewat
Bagaikan kilat menyambar
Terbang di atas awan laksana penguasa udara
Terbangkan puluhan penumpang di atas Singgasanamu
Ibarat penolong kabulkan beberapa keinginan
Tak kala ku dengar kau menghilang, terbakar
Ribuan bahkan jutaan orang
mencari persinggasana perisirahatanmu
Tak luput ribuan bahkan jutaan orang
Menangis akan kepergianmu
Wahai pesawatku kenapa kau tak kabulkan
beberapa keinginan penumpang singgasanamu.
Seperti biasanya kau kabulkan Keinginan mereka.
Ataukah usiamu yg kian uzur
Hingga kau tak setangguh dulu lagi.

Pengemis

Disudut tepi kota terdiam hanya termenung,
Sodorkan tangan harapkan sebuah impian
Butiran logam jatuh di depan penglihatan..
Sesuap nasi menanti butiran logam terkumpul,
Panas terik matahari terus menerpa
Sementara gemelut usus dalam perut
Mendorong lapar datang,..
Tangisan air mata menetes dalam raut wajah
Namun lapar tk kunjung hilang,.
Berdo'a terus berdo'a datangnya rejeki untuk Bertahan hari ini..

Gadis suci

Bertutur setara ucapan
Bermimik wajah cantik tanpa guratan kosmetik
Berakhlaq tanpa mencela
Betapa indah semua itu kau miliki

Bukan hanya dirimu terpukau
Budi pekerti mu pun menatap pukau yang dalam
Biar cahaya hati mu
Berikan kesucian dalam ragamu

Berpikir anugerah
Bisakah semua ini kau jaga
Bersanding menuntun mu

Makna hidup

Keraguan dalam langkah,
Terjerat amarah yg merekah
Teringat akan pepatah yang berkata"..
Anugerah adalah aliran darah kasih yang mengalir dalam jiwa sanubari hidup ini,
Akankah keindahan itu hanyalah sekejap mata
Beranjak bangun dalam mimpi tidur lelap
Ataukah hiasan pelengkap
Dalam hidup yang penuh dramatis ini

Kematian itu hadir

Sesak nafas ini merangkuh rongga ku
Mendesak jiwa
Lidah keluh ucapkn sebaris kata pelepas dunia,.
Tergoncang seluruh tubuh ketika makhluk suci Tuhan hadir mnjalankan perintah

Semua itu akan hadir kepada kita semua,.
Menghindar waktu namun ajal kan membayangi.
Berpasrah diri cukup kah amal dalam hidup..

Oh Tuhan izinkan dia hadir
Ketika aku mampu merangkuhnya
Tanpa ketakutan ku..

Ketika Kajian Dan Ujian Datang Dalam Hidup

Malam itu aku tidur berselimut koran beratap langit di depan emper kios seorang bandar beras Kong Liong yang terkenal. Tak ada lagi tempat ku berpijak saat ini untuk merebahkan jasad ku yang letih seharian mencari recehan logam demi sesuap nasi. Dalam lamunan ku menyambut tidur yang tak kunjung datang tiba-tiba hayal ku pun terbang melamun dengan keindahan. Setelah lelah ku berhayal yang indah-indah namun tak kunjung datang, akhirnya mata ku pun mulai perlahan-lahan memejam seiring hembusan malam semakin dingin. Ketika pagi tiba dan mentari pun beranjak dari peraduan nya, aku serentak terkejut mendengar bunyi gerbang kios mulai terbuka dan seorang Tuan kios menghampiri ku, dengan mata sayu dan raga belum menyatu dengan pikiran aku menatap seorang yang mendekati dan mengusik tidurku.
"Hai kamu siapa enak nya tidur di depan kios oe, tanpa izin dari oe" ucap pemilik kios Kong Liong" dengan wajah yang sedikit bengis dan tangan nya sekali melintir-lintir kumis yang panjang namun tak lebat.
Aku pun terburu-buru bangkit dari tidur sambil membenahi koran-koran bekas alas tidur ku,.."Oh maaf Tuan aku tidak tahu kalau di sini tidak boleh tidur di depan kios,sebab tidak ada tulisan yang menempel ada juga Ngamen gratis dan tidak boleh parkir selain pembeli di sini"..jawab aku dengan mimik wajah seolah lugu tak tau apa-apa.
Kong Liong yang mendengar jawaban ku seperti itu hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala yang tadi nya mau marah besar.."Kamu bisa saja menjawab pertanyaan dari ku, tapi aku tak begitu saja melepas kamu untuk pergi dari sini"..ujar Kong Liong dengan tegas tanpa senyum.
Aku pun tak tahu harus berbuat apa saat itu ketika Kong Liong berkata seperti itu. "Terus bagaimana Tuan kalau begini kan aku cuma numpang tidur bukan pencuri yang mencuri barang-barang yang ada di kios Tuan"..sedikit pembelaan ku untuk menjawab agar Kong Liong mau memaafkan ku dan berharap dalam hati kecil agar aku bisa numpang tidur di depan kios Kong Liong lagi untuk hari-hari berikut nya selama aku belum mempunyai tempat tinggal. Tapi Kong Liong tetap menganggap aku salah karena aku tidur di depan kios nya tanpa izin dari dia,..dengan nada marah namun terkendali aku mencoba untuk berbicara baik-baik Kong Liong,."Kalau begini terserah Tuan mau nya apa, aku cuma wong cilik yang selalu di anggap salah oleh orang-orang semacam Tuan"..Kong Liong yang seolah-olah berpikir dan sekali-kali memain-main kan kumis nya.."Yah uda kalau begitu kamu mesti oe hukum dengan hukuman cara oe"...dengan seketika aku menyambar perkataan Tuan tadi,."Di hukum dengan cara Tuan,..maksud nya apa aku kurang mengerti..!" Maka nya dengerin oe ngomong dulu jangan nyambar aja kaya petir.

Bersambung...

Kamis, 24 September 2009

Aku Dan Cahaya

Aku terlanjur melihat cahaya di balik semak-semak
Aku terdiam ketika cahaya itu mendekat diriku
Entah inikah pancaran indah malam ini buat diriku ataukah godaan dalam hidup
Aku mencoba untuk tidak berkata-kata ketika cahaya itu lebih dekat menghampiri
Dia pun berkata "wahai pemuda di relung kesepian kenapa engkau terdiam seorang diri"...
tak tahan aku dia mengucap kata aku pun menjawab nya "karena aku tidak menemukan seseorang yang berarti menemani hati ini"...Cahaya pun menjawab "mengapa bisa begitu wahai pemuda tampan"...mendengar pujian itu aku tahan menahan raut muka ku yang memerah..."ah kamu bisa saja berkata memuji membuat ku melayang"...cahaya dengan senyum rayu lirikan yang menggoda berkata "Benar lah masa sih aku bohong karena setiap ku pandang seorang lelaki malam ini dia lah lelaki terindah"...Aku terheran mendengar jawaban cahaya.."mengapa bisa begitu wahai cahaya"..Karena bagi ku pemuda yang hadir menemani ku malam ini dia lah terindah yang memberi sedikit nya kehangatan serta sepercik rejeki yang bisa ku bawa pulang" (ucap cahaya dengan nada sendu)...mulai aku mengerti siapa cahaya itu yang mendekati diri ku dan ku berkata dengan nada halus.."mengapa kau berbuat seperti itu wahai cahaya, adakah cara lain yang bisa kau lakukan selain menjual kehormatan mu dengan nilai rupiah"...Cahaya pun terdiam namun sedih menyelimuti.."pernah ku mencoba namun hanya kegagalan yang ku dapati,.dan ini lah salah satu jalan yang bisa ku perbuat dalam hidup"..Aku pun membelai cahaya itu dengan rasa penuh haru,.." jangan lah kau bersedih wahai cahaya Ku malam ini"...Cahaya pun memandang diri ku dengan senang.."Apakah kau malam ini ingin bersama ku berbalut kehangatan dan memberi ku rejeki"..
Aku pun menjawab nya dengan..."Tidak..TIdak..!!..cahaya pun mendengar Jawaban aku terkejut,.."kenapa tidak wahai pemuda tampan "...Karena aku tidak ingin memiliki mu tak seutuh nya, aku ingin memiliki mu seutuh nya,..Cahaya terheran dan bertanya-tanya maksud ku...."apa yang sebenarnya kau mau dari ku dengan ucapan mu",...Dan aku menjawab dengan rasa yang tak terbebani.."Aku ingin menjadikan kamu halal bagiku,..dengan sebuah pernikahan"...Cahaya terkejut dan merasa tak percaya.."Dengan rasa apa kau yakin menjadikan aku pasangan hidup ku,..sedangkan aku tidak memiliki apa pun dan kehormatan ku juga tak ada lagi"..Tidak seperti itu ku harap kan dari mu aku ingin memberikan cahaya mu yang redup dan bersinar lagi bersama dengan ku...Cahaya pun merengkuhku dan memeluk.."Terima kasih cinta pemuda tampan ku,.aku akan menjaga kepercayaan mu dan menjadi pembalut hati mu selama nya"...Akhirnya rasa pun berbagi di antara mereka yang berlanjut dalam ikatan suci"...Cinta adalah tanda tanya yang tidak bisa di jawab oleh kita,karena cinta menyangkut dengan hati dan aliran takdir yang membawa nya serta menuntun nya..

Aku Dan Cahaya

Aku terlanjur melihat cahaya di balik semak-semak
Aku terdiam ketika cahaya itu mendekat diriku
Entah inikah pancaran indah malam ini buat diriku ataukah godaan dalam hidup
Aku mencoba untuk tidak berkata-kata ketika cahaya itu lebih dekat menghampiri
Dia pun berkata "wahai pemuda di relung kesepian kenapa engkau terdiam seorang diri"...
tak tahan aku dia mengucap kata aku pun menjawab nya "karena aku tidak menemukan seseorang yang berarti menemani hati ini"...Cahaya pun menjawab "mengapa bisa begitu wahai pemuda tampan"...mendengar pujian itu aku tahan menahan raut muka ku yang memerah..."ah kamu bisa saja berkata memuji membuat ku melayang"...cahaya dengan senyum rayu lirikan yang menggoda berkata "Benar lah masa sih aku bohong karena setiap ku pandang seorang lelaki malam ini dia lah lelaki terindah"...Aku terheran mendengar jawaban cahaya.."mengapa bisa begitu wahai cahaya"..Karena bagi ku pemuda yang hadir menemani ku malam ini dia lah terindah yang memberi sedikit nya kehangatan serta sepercik rejeki yang bisa ku bawa pulang" (ucap cahaya dengan nada sendu)...mulai aku mengerti siapa cahaya itu yang mendekati diri ku dan ku berkata dengan nada halus.."mengapa kau berbuat seperti itu wahai cahaya, adakah cara lain yang bisa kau lakukan selain menjual kehormatan mu dengan nilai rupiah"...Cahaya pun terdiam namun sedih menyelimuti.."pernah ku mencoba namun hanya kegagalan yang ku dapati,.dan ini lah salah satu jalan yang bisa ku perbuat dalam hidup"..Aku pun membelai cahaya itu dengan rasa penuh haru,.." jangan lah kau bersedih wahai cahaya Ku malam ini"...Cahaya pun memandang diri ku dengan senang.."Apakah kau malam ini ingin bersama ku berbalut kehangatan dan memberi ku rejeki"..Aku pun menjawab nya dengan..."Tidak..TIdak..!!..cahaya pun mendengar Jawaban aku terkejut,.."kenapa tidak wahai pemuda tampan "...Karena aku tidak ingin memiliki mu tak seutuh nya, aku ingin memiliki mu seutuh nya,..Cahaya terheran dan bertanya-tanya maksud ku...."apa yang sebenarnya kau mau dari ku dengan ucapan mu",...Dan aku menjawab dengan rasa yang tak terbebani.."Aku ingin menjadikan kamu halal bagiku,..dengan sebuah pernikahan"...Cahaya terkejut dan merasa tak percaya.."Dengan rasa apa kau yakin menjadikan aku pasangan hidup ku,..sedangkan aku tidak memiliki apa pun dan kehormatan ku juga tak ada lagi"..Tidak seperti itu ku harap kan dari mu aku ingin memberikan cahaya mu yang redup dan bersinar lagi bersama dengan ku...Cahaya pun merengkuhku dan memeluk.."Terima kasih cinta pemuda tampan ku,.aku akan menjaga kepercayaan mu dan menjadi pembalut hati mu selama nya"...Akhirnya rasa pun berbagi di antara mereka yang berlanjut dalam ikatan suci"...Cinta adalah tanda tanya yang tidak bisa di jawab oleh kita,karena cinta menyangkut dengan hati dan aliran takdir yang membawa nya serta menuntun nya..