Oleh : Asep rosidi / Ameng
Ku bakukan sebuah kisah tentang cerita menggapai rasa untuk sebuah cita
Ku ingat aku tak berkata apa pun untuk dia tentang aku,
Betapa tak ingin ku mengupas masa lalu di balik masa depan ku mulai mengulas
Sejenak perasaan ku mulai melambai sayap untuk dia
Berkisah romantis tanpa masa lalu mengusik
Sungguh dia setengah bidadari untuk sebuah kisah ku
Dia melontar kata seiring irama kisah ini berjalan
Dia aroma penghias cerita
aku berharap bidadari ku menyertai aku di kala mana aku berada
Takala saat ini hujan mengguyur di daratan bumi menyertai dingin membawa aroma,
Aku ingin jumpa diri mu walau kau setengah bidadari seperempat hayal ku
Selasa, 01 Desember 2009
Kamis, 12 November 2009
Aku menangis di balik rindu mu
Oleh: Ameng / Asep rosidi
Waktu itu aku berjalan di sebuah persimpangan hati tanpa seorang kekasih, mencari sebuah butiran cinta seorang wanita pendamping langkah hari-hari ku. Tak kunjung datang rasa kesal mengeluh hati ini namun keyakinan ku membawa semangat dalam pencariaan cinta ku, perlahan pencariaan cinta ku mulai menemukan titik terang kala senyum seorang gadis membawa ku dalam sebuah perkenalan di antara kita. Gadis itu bernama Saira, gadis yang membuat jantung aku bergetak lebih kencang. Seorang gadis sederhana tanpa kemewahaan dunia menghiasi tubuhnya, ”mungkin kah ini cinta yang aku cari ?’’ ujar kata ku dalam hati. Bergulirnya waktu membawa aku mengenalnya lebih dekat sedekat getaran perasaan ku pada dirinya, kerap perjumpaan di antara kita membawa canda,tawa, dan kasih sayang turut serta menyelimuti. Tak ingin cinta ku di rebut orang dalam selah waktu yang tepat aku memberanikan diri mengutarakan sebaris kata cinta kepada nya walau perasaan serta sedikit kucuran keringat membasahi dahi kuketika mengutarakan nya. Namun tak sia-sia segala pengorbanan ku ketika Saira menjawab perasaan yang sama dengan apa yang aku rasakan. Momen itu tak bisa ku lewatkan begitu saja, aku mengajak Saira menikmati pemandangan malam di kala bulan terang serta gemerlap bintang di sekelilingnya di sebuah pantai. Mungkin rasa bahagia di antara kita melupakan bergulirnya waktu begitu cepat tak terasa mentari pagi beranjak dari peraduaannya membias sinar terang menyambut pagi ini, aku dan Saira pulang membawa segumpal rasa bahagia di hati masing-masing. Tak ubah nya orang di mabuk cinta, sehari tak bertemu hati terasa piluh dan hari-hari di antara kita kerap selalu bersama. Suatu hari kebimbangan ku mulai muncul ketika Saira mulai menjaga jarak di antara kita, mula nya aku memaklumikeputusan Saira dengan alasan sebuah kesibukan walau Saira masih menyempatkan dua kali pertemuaan dalam seminggu di antara kita, namun perlahan hari demi hari perjumpaan aku dan Saira tak kunjung datang, hal ini membuat aku mencari keberadaan nya.
***
Di sebuah persimpangan lain ketika Saira yang sibuk melawan sebuah penyakit yang di derita nya memaksa Saira pergi ke sebuah kota dengan ibu tercintanya. Aku yang sibuk mencari keberadaan Saira dan beberapa kali hanya menemukan rumah Saira kosong tanpa penghuni, suatu ketika aku mencoba kembali ke rumah Saira saat aku memencet bel rumah Saira tiba-tiba seorang ibu menghampiri ku dan barkata…”Ade.kekasih neng Saira ?...
Ya…betul aku kekasihnya ada gerangan apa ibu mempertanyakan itu?
(seorang ibu itu menyodorkan sepucuk kertas sambil berkata kembali)
“ ini alamat neng Saira yang baru, di titipkan ke ibu buat Ade sebelum
dia dan ibunya meningggalkan rumah ini?......
Aku pun mengambil sepucuk kertas alamat itu dan mengucap terimah kasih. Saat aku mendapatkan alamat Saira saat itu hanya terbesir di benak pikiran ku secepat nya menemukan keberadaan nya dan melepas rindu hadir Saira di depan ku. Sepanjang perjalanan hanya terlintas wajah wajah Saira yang ku rindukan, setelah sampai nya di sebuah rumah tepat alamat yang di berikan. Aku bergegas mengetuk pintu dan mengucapkan salam, alangkah bahagia alamat yang ku cari ternyata benar ketika yang membuka pintu ibu dari Saira dan tak lupa jabat sungkem ku pada ibu Saira. Setelah aku duduk tak sabar aku mempertanyakan kepada ibu keberadaan Saira , tapi aku bingung ketika raut sedih terlintas di wajah ibu Saira.
“Emang ada apa dengan Saira bu?....
(mungkin rasa sedih mendalam yang membuat ibu tak sanggup bercerita dan dia mengambil sepucuk surat kemudian memberikan kepada ku, dan aku perlahan membuka dan membaca isi surat itu.
“Untuk kekasih ku maafkan aku yang pergi begitu saja dari mu, aku tau kau amat selalu mencintaiku tapi maafkan aku sekali lagi tidak memberitahukan keberadaan penyakit yang di derita ku, aku tak mau kau ikut sedih atas penderitaan ku ,…karena rasa cinta ku kepada mu yang tak ingin menyusahkan mu,..Maafkan aku untuk terakhir kali jika surat ini selesai kau baca kau baru mengetahui bahwa aku telah pergi jauh meninggalkan mu untuk selama-lamanya dan aku damai di alam sana..dari kekasih mu Saira yang selalu mencintai mu hingga akhir hidup ini.”
Ibu Saira pun menenagkan aku agar tabah dan kemudian menghantarkan ku untuk melihat makam Saira, di situlah rasa sedih dan rasa bersalah ku terucap yang tak sempat menemani Saira di sisa waktu hidup nya. Ibu Saira pun mengajak aku kembali ke rumah karena terlalu lama bersedih di depan makam Saira. Semenjak kejadiaan itu hari-hari ku hanya bisa menangis sedih di balik rindu Saira yang pernah mengisi kehidupan ku dan aku pun kini merasa hidup ku terbunuh sepi serta kesendirian yang selalu menjerat dan membelenggu.
***
Selesai
Waktu itu aku berjalan di sebuah persimpangan hati tanpa seorang kekasih, mencari sebuah butiran cinta seorang wanita pendamping langkah hari-hari ku. Tak kunjung datang rasa kesal mengeluh hati ini namun keyakinan ku membawa semangat dalam pencariaan cinta ku, perlahan pencariaan cinta ku mulai menemukan titik terang kala senyum seorang gadis membawa ku dalam sebuah perkenalan di antara kita. Gadis itu bernama Saira, gadis yang membuat jantung aku bergetak lebih kencang. Seorang gadis sederhana tanpa kemewahaan dunia menghiasi tubuhnya, ”mungkin kah ini cinta yang aku cari ?’’ ujar kata ku dalam hati. Bergulirnya waktu membawa aku mengenalnya lebih dekat sedekat getaran perasaan ku pada dirinya, kerap perjumpaan di antara kita membawa canda,tawa, dan kasih sayang turut serta menyelimuti. Tak ingin cinta ku di rebut orang dalam selah waktu yang tepat aku memberanikan diri mengutarakan sebaris kata cinta kepada nya walau perasaan serta sedikit kucuran keringat membasahi dahi kuketika mengutarakan nya. Namun tak sia-sia segala pengorbanan ku ketika Saira menjawab perasaan yang sama dengan apa yang aku rasakan. Momen itu tak bisa ku lewatkan begitu saja, aku mengajak Saira menikmati pemandangan malam di kala bulan terang serta gemerlap bintang di sekelilingnya di sebuah pantai. Mungkin rasa bahagia di antara kita melupakan bergulirnya waktu begitu cepat tak terasa mentari pagi beranjak dari peraduaannya membias sinar terang menyambut pagi ini, aku dan Saira pulang membawa segumpal rasa bahagia di hati masing-masing. Tak ubah nya orang di mabuk cinta, sehari tak bertemu hati terasa piluh dan hari-hari di antara kita kerap selalu bersama. Suatu hari kebimbangan ku mulai muncul ketika Saira mulai menjaga jarak di antara kita, mula nya aku memaklumikeputusan Saira dengan alasan sebuah kesibukan walau Saira masih menyempatkan dua kali pertemuaan dalam seminggu di antara kita, namun perlahan hari demi hari perjumpaan aku dan Saira tak kunjung datang, hal ini membuat aku mencari keberadaan nya.
***
Di sebuah persimpangan lain ketika Saira yang sibuk melawan sebuah penyakit yang di derita nya memaksa Saira pergi ke sebuah kota dengan ibu tercintanya. Aku yang sibuk mencari keberadaan Saira dan beberapa kali hanya menemukan rumah Saira kosong tanpa penghuni, suatu ketika aku mencoba kembali ke rumah Saira saat aku memencet bel rumah Saira tiba-tiba seorang ibu menghampiri ku dan barkata…”Ade.kekasih neng Saira ?...
Ya…betul aku kekasihnya ada gerangan apa ibu mempertanyakan itu?
(seorang ibu itu menyodorkan sepucuk kertas sambil berkata kembali)
“ ini alamat neng Saira yang baru, di titipkan ke ibu buat Ade sebelum
dia dan ibunya meningggalkan rumah ini?......
Aku pun mengambil sepucuk kertas alamat itu dan mengucap terimah kasih. Saat aku mendapatkan alamat Saira saat itu hanya terbesir di benak pikiran ku secepat nya menemukan keberadaan nya dan melepas rindu hadir Saira di depan ku. Sepanjang perjalanan hanya terlintas wajah wajah Saira yang ku rindukan, setelah sampai nya di sebuah rumah tepat alamat yang di berikan. Aku bergegas mengetuk pintu dan mengucapkan salam, alangkah bahagia alamat yang ku cari ternyata benar ketika yang membuka pintu ibu dari Saira dan tak lupa jabat sungkem ku pada ibu Saira. Setelah aku duduk tak sabar aku mempertanyakan kepada ibu keberadaan Saira , tapi aku bingung ketika raut sedih terlintas di wajah ibu Saira.
“Emang ada apa dengan Saira bu?....
(mungkin rasa sedih mendalam yang membuat ibu tak sanggup bercerita dan dia mengambil sepucuk surat kemudian memberikan kepada ku, dan aku perlahan membuka dan membaca isi surat itu.
“Untuk kekasih ku maafkan aku yang pergi begitu saja dari mu, aku tau kau amat selalu mencintaiku tapi maafkan aku sekali lagi tidak memberitahukan keberadaan penyakit yang di derita ku, aku tak mau kau ikut sedih atas penderitaan ku ,…karena rasa cinta ku kepada mu yang tak ingin menyusahkan mu,..Maafkan aku untuk terakhir kali jika surat ini selesai kau baca kau baru mengetahui bahwa aku telah pergi jauh meninggalkan mu untuk selama-lamanya dan aku damai di alam sana..dari kekasih mu Saira yang selalu mencintai mu hingga akhir hidup ini.”
Ibu Saira pun menenagkan aku agar tabah dan kemudian menghantarkan ku untuk melihat makam Saira, di situlah rasa sedih dan rasa bersalah ku terucap yang tak sempat menemani Saira di sisa waktu hidup nya. Ibu Saira pun mengajak aku kembali ke rumah karena terlalu lama bersedih di depan makam Saira. Semenjak kejadiaan itu hari-hari ku hanya bisa menangis sedih di balik rindu Saira yang pernah mengisi kehidupan ku dan aku pun kini merasa hidup ku terbunuh sepi serta kesendirian yang selalu menjerat dan membelenggu.
***
Selesai
Kamis, 29 Oktober 2009
Kisah Cinta
Masih teringat saat jutaan detik kemarin
Engkau mengucap kasih dan membelaiku
Dengan kelembutan
Tak sedikit pun engkau melupakanku
Dan mengisi hari-hari ku..
Mengapa engkau kini berubah
Dalam hitungan detik......
Menghindar dan menghilang dari cinta ku
Apakah engkau berpaling mencari cinta lain
Melupakan ku dalam sekejap mata....
Ada apa dengan cintaku....
Engkau kekasih..??
Ataukah cinta ku mebuat kesengsaraan dalam jiwamu.......
Jika engkau pergi,...??
Ku mohon sebilah kata-kata mu menjawab seiring kepergian mu.......................
Engkau mengucap kasih dan membelaiku
Dengan kelembutan
Tak sedikit pun engkau melupakanku
Dan mengisi hari-hari ku..
Mengapa engkau kini berubah
Dalam hitungan detik......
Menghindar dan menghilang dari cinta ku
Apakah engkau berpaling mencari cinta lain
Melupakan ku dalam sekejap mata....
Ada apa dengan cintaku....
Engkau kekasih..??
Ataukah cinta ku mebuat kesengsaraan dalam jiwamu.......
Jika engkau pergi,...??
Ku mohon sebilah kata-kata mu menjawab seiring kepergian mu.......................
Rasa Syukur
Saat ini aku masih terdiam
Di kesendirian tanpa cinta dan rejeki menopang
Di mana akan ku cari selembar rejeki
Dan kisah cinta............
Ku berdoa dengan ikhlas membidik kasih Tuhan
Berikan sedikit belaian Nya
Keadaan ini tak membuat aku menyerah
Karena aku tahu Tuhan kan bersama ku
Dalam kediaman ku dan setiap langkah
Pikiran ku........
Terucap rasa syukur mengiringi hari-hari ku
Walau keadaan seperti ini..
Karena aku masih bisa menghirup udara segar
Di bumi tercinta ini walau Tuhan tak memberikan
Sesuatu yang lebih untuk kehidupan ku...
Terima kasih........Tuhan...
Cirebon,28 oct 2009
Di kesendirian tanpa cinta dan rejeki menopang
Di mana akan ku cari selembar rejeki
Dan kisah cinta............
Ku berdoa dengan ikhlas membidik kasih Tuhan
Berikan sedikit belaian Nya
Keadaan ini tak membuat aku menyerah
Karena aku tahu Tuhan kan bersama ku
Dalam kediaman ku dan setiap langkah
Pikiran ku........
Terucap rasa syukur mengiringi hari-hari ku
Walau keadaan seperti ini..
Karena aku masih bisa menghirup udara segar
Di bumi tercinta ini walau Tuhan tak memberikan
Sesuatu yang lebih untuk kehidupan ku...
Terima kasih........Tuhan...
Cirebon,28 oct 2009
Salahkah Cinta..??
Jatuh terpelungkap ku menoreh cinta
Tersendat ku terhimpit nafsu
Memiliki hasrat yang tak mungkin
Ku gapai tak kunjung sampai
Dia berparas cantik
Berhati mulia
Namun keadaan
Membuat hati dan kemuliaannya tercemar noda
Untuk sebilah lembaran kertas bernilai
Menafkahi hidup
Aku memaksa hati ku menggapai nya
Tapi keluh ketidak pantasannya terucap
Dari mulut manisnya
Sanggupkah aku...dia berkata..??
Dengan cemoo orang-orang tentang dirinya..
Tak ada sempurna kita meraih cinta
Ketika cinta datang mencari arah nya
Ujar kata ku menyaut keluh nya.....
Cirebon,28 oct 2009
Tersendat ku terhimpit nafsu
Memiliki hasrat yang tak mungkin
Ku gapai tak kunjung sampai
Dia berparas cantik
Berhati mulia
Namun keadaan
Membuat hati dan kemuliaannya tercemar noda
Untuk sebilah lembaran kertas bernilai
Menafkahi hidup
Aku memaksa hati ku menggapai nya
Tapi keluh ketidak pantasannya terucap
Dari mulut manisnya
Sanggupkah aku...dia berkata..??
Dengan cemoo orang-orang tentang dirinya..
Tak ada sempurna kita meraih cinta
Ketika cinta datang mencari arah nya
Ujar kata ku menyaut keluh nya.....
Cirebon,28 oct 2009
Selasa, 27 Oktober 2009
Memohon Malam
Malam dingin berhembus semilir dedaunan menemani
Tak ada bayang impian menjelma
Hanya kolaburasi rasa takut dan dingin menjelmA
Akan kah sebaris kata tenang tersirap menemani kalbu
Mencoba perlahan menemani sinar rembulan yang kian meredup
Memohon sebilah sinarnya datang menemani
Namun hanya hampa terasa
Oh sebilah sinar....
Aku kini sendiri tanpa ketenangan
Mengapa engkau tak sudi bersanding bersama ku
Ku mohon hanya malam ini aku pinta dari mu
Karena malam ini ....
Aku rindu tanpa sadar terungkap
Tak ada bayang impian menjelma
Hanya kolaburasi rasa takut dan dingin menjelmA
Akan kah sebaris kata tenang tersirap menemani kalbu
Mencoba perlahan menemani sinar rembulan yang kian meredup
Memohon sebilah sinarnya datang menemani
Namun hanya hampa terasa
Oh sebilah sinar....
Aku kini sendiri tanpa ketenangan
Mengapa engkau tak sudi bersanding bersama ku
Ku mohon hanya malam ini aku pinta dari mu
Karena malam ini ....
Aku rindu tanpa sadar terungkap
Selasa, 20 Oktober 2009
Puisi (Cahaya Bulan)...sound track film "Gie"...
Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa,
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui,
meminta ku minum susu dan tidur yang lelap,
sambil membenarkan letak leher kemeja ku,
kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih lembah pandalawangi,
kau dan aku tegak berdiri
melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin.
Apakah kau masih membelai ku semesra dahulu
ketika ku dekap, kau dekaplah lebih mesra lebih dekat.
Apakah kau masih berkata "ku dengar detak jantung mu"..
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam "cinta"..
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui,
meminta ku minum susu dan tidur yang lelap,
sambil membenarkan letak leher kemeja ku,
kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih lembah pandalawangi,
kau dan aku tegak berdiri
melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin.
Apakah kau masih membelai ku semesra dahulu
ketika ku dekap, kau dekaplah lebih mesra lebih dekat.
Apakah kau masih berkata "ku dengar detak jantung mu"..
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam "cinta"..
Cinta Mu Sangat Berarti
Berteduh cintamu dalam hatiku,
Bersemayam dalam kalbu
Tak pudar oleh cahaya hati yang lain,
Kan ku jaga cinta mu
Dan ku biarkan cintamu bertatah dalam hati ku,
Dan terlukis dalam permadani hatiku ,
Karena cinta....
Bagaikan cahaya terang yang tak padam
Walau di terpa hembusan angin
Dan akan abadi , kekal selama nya dalam hati hidup ini
Bersemayam dalam kalbu
Tak pudar oleh cahaya hati yang lain,
Kan ku jaga cinta mu
Dan ku biarkan cintamu bertatah dalam hati ku,
Dan terlukis dalam permadani hatiku ,
Karena cinta....
Bagaikan cahaya terang yang tak padam
Walau di terpa hembusan angin
Dan akan abadi , kekal selama nya dalam hati hidup ini
Itu kah Langkah Hidup..
Beranjak ketika langkah semakin susah,
Berpikir terasa otak
Semakin kikir untuk berpikir,
Mengadu hanya keluhan yang merada,
Dalam benak yang terjerat akan ego,
Terbesir harapan indah namun maya ada nya,
Akankah hampa yang ku temui dalam kegagalan,
Ataukah pengalaman yang berarti dalam hidup..
Berpikir terasa otak
Semakin kikir untuk berpikir,
Mengadu hanya keluhan yang merada,
Dalam benak yang terjerat akan ego,
Terbesir harapan indah namun maya ada nya,
Akankah hampa yang ku temui dalam kegagalan,
Ataukah pengalaman yang berarti dalam hidup..
Langganan:
Postingan (Atom)
