Sabtu, 25 April 2015

Hati yang terjerat

Bermain hati mengolah perasaan
Menanam benih cinta
Menaburkan bunga-bunga asmara

Di saat yang tepat
Penuh siasat
Pesona itu hadir
Di bawa nalar akal sehat kita

Mengikuti arus cinta
Hati kita yang terikat
Mencoba melepaskan
Bayangan cinta itu selalu menghantui

Salahkah hati ini....!!
Ataukah situasi dan kondisi
Yang memaksa....
Terikatnya hati dalam jerat cinta yang ada


                                   Cikarang ,240415


Malam #1

Hembusan angin dingin ini
Menerpaku dalam kesendirian
Menatap gelapnya malam
Dalam sebuah lamunan

Berharap datang bias sinar
Menerangi lemahnya pikiran
Biar hati yang risau Akan seribu tanya yang ada
Terjaga dalam keteguhan langkah Yang bijak untuk memijak 

Agar tak ada penyesalan
Yang menyalahkan kerisauan hati
Dan jejak langkah yang salah




                                        Cikarang,  24 april 2015

Selasa, 20 Maret 2012

Masih ku ingat...??

Sebaris kata itu masih ku ingat
Ketika untaiannya masih melekat
Akan semangat
Betapa dirimu menjadi sebuah pemikat

Mencoba melepas semuanya
Namun bayang semu selalu hadir
Menusuk pikiran membelah nalar

Sebuah dilema itu muncul
Dari nalar yang membelah
Akankah ada penyesalan di ujung batas yang telah dilalui
Ataukah penyesalan yang selalu bersemayam menghantui pikiran

Di ruang tak bertuan

Ku terdiam bukannya lumpuh tak berdaya, hanya bisa menatap hampa sudut-sudut ruang dengan seribu tanya yang ada,

Dimana kah kebebesan pikiranku ketika terhimpit di ruang tak bertuan,.

Merasa bahagia tak ada lagi yang mengusik diri ini namun kesendirian terus menghatui,

Hari demi hari terasa begitu lambat & berat ku lalui, walau detak jantung ku berdetak lebih cepat,

Mengapa saat malam di sudut ruang tak bertuan ku merasa takut di hujani seribu tanya dlm kegelapannya,.

Wahai Dzat yg membuat ku hidup, damaikan lah pikiran ku & sejukanlah ruang di sekeliling ku dengan seribu jawaban kedamaian atas segala tanya yang ada,..

Belenggu Pikiran

Di sudut kejenuhan melamun tak berujung,
malam yg bersahabat temani jeruji-jeruji pikiran yg semakin menghimpit

namun tak bosan nya ku lafadz kn doa dlm kegoncangan pikiran walau tamparan2 godaan bujuk setan menggelitik iman

Di saat kerapuhan mendera tak bosan kah hujatan itu hadir menusuk pikiran menggores luka hati

Cukup semua itu menjadi sebuah ketabahan dan merubah langkah
menjadi baik bukan keterpurukan yang membelenggu menjerat pikiran...

Sekilas cerita negeri dongeng

salahkah lidah tak bertulang menepis kata sebaris cerita..
Memutar balik kata tanpa fakta di saat semua nya menjadi nyata..

Segumpal ambisi matikan naluri kemanusiaan menjadi nafsu hewan umbarkan serakah demi tujuan semata

alangkah lucu ketika raja hanya terdiam melihat keanehan para prajuritnya mencari
serpihan-serpihan intan istana..

Sementara kurcaci-kurcaci hanya bisa mangais nasi basi,..

Dimana keadilan saat derita sang kurcaci di jadikan aliran serpihan intan para prajurit, namun tak setetes pun kurcaci-kurcaci menelan sepihan intan cuma bs memandang serpihan intan itu mengalir di pundi-pundi para prajurit...

Akhir yg belum usai...????

hela nafas yg semakin sesak menghimpit pikiran,
merasuk sela nadi yg berdenyut tak teratur,

sebaris doa menghantarkn sebuah sejuk aliran peredaran darah

namun jiwa bertanya raga sangupkah engkau pinjak bumi yg kau junjung

raga pun menjawab sebaris tetes air mata aku tak sanggup untuk menompang namun ada sebuah ganjalan membuat ku bertahan

bersatulah engkau jiwa dan raga, bangkitlah dari semua aliran darah,

sambutlah hari dengan keimanan, tanpa rasa takut bagimana hidup..

karena hidup kan menuntun jalan langkah kita nanti dengan sebuah ketegaran yang kita punya...

menyulam silih berganti

perih itu menoreh luka.dedaunan bertebaran hamparan langit berjedahkn awan biru menyulam kabut putih

di saat rintih tak lagi trdengar hanya bising keangkuhan berkumandang

silih berganti kelam bahagia saling menyongsong tak ubah nya ulat bermetamorfosis..

Masih ku dengar rintahin tak mengubah nyaringnya cerita yg berganti sebuah ceria

tapi waktu menoreh
cerita selalu silih brganti
seakan mencari jaring2 tanpa pengait

izinkanlah cinta..????

Sebuah rasa merasuk dalam hasrat untuk memiliki, perlahan waktu mencoba hati memikat
sebuah rasa itu bersatu

berharap jawab yang sama terucap
rasa memiliki saling mengait di antara tali-tali cinta yg menguat

Di lembah cinta ku berteduh, mengais kasih melepas rindu

mengadu bukan membuat gadu, hanya sekedar
berbagi cerita untuk sebuah alur cinta terpadu..

karena aku masih ingat detak jantung mu dengan segumpal cinta yg ada,.

maka izinkanlah cinta ku menyelimuti hati mu dgn segenap rasa cinta ku..

Agar tak ada lagi cinta yg salah langkah
hanya ada cinta yg terarah mempunyai panah tujuan dalam sebuah ikatan suci..

Malam..........????????????????

Malam mengapa kau bangun kan aku dalam gerahnya udara yg kau hembuskan

Di saat aku masih rindu kan mimpi indah penghantar tidur ini

Apakah engkau tak bersahabat dengan ku

Ataukah bumi dan seisi nya yang membuat mu risau

Hingga kau bangunkan aku untuk menemani mu



Malam aku pun tahu kerisauan mu dalam selembut dinginmu diam

Tapi mengapa malam ini kau resahkan aku dengan gerah udaramu bergejolak

Malam dalam seribu tanda tanya mu aku terbangun

Apakah kau memberi sebuah tanda-tanda bahwa penghuni bumi ini tak lagi bersahabat dengan mu

Banyak kedzaliman terukir di saat kau hadir

Bukan kebajikan yg mengalir



Mungkin kegelapan mu yang membuat para penghuni bumi ini

Memanfaatkan kedzaliman itu tercipta



Jangan menangis malam

Jangan risau dan gundah

Biarkanlah para penghuni menentukan jalan mereka baik buruknya

engakau hadir...................................................

Berharap baik yang berujung..

Saat risau mu trlantun , terasa hati & pikiran ini bimbang di buat nya,.
Apa yang bisa ku perbuat..?

melangkah tak tau langkah
hanya sebaris do'a yg ku hantarkan,.
Berharap baik yang berujung,.

Desir angin pun tahu apa yang ku rasa saat ini dlm sebuah kehawatiran,

Tuhan aku ingin untuk dia yg terindah
ada sebuah keindahan yang menemani tiap langkah dengan senyum terindah,..

Tuhan..?
anugerah terindah yg ku pinta saat ini ketika ku dengar dia baik_baik saja
tanpa kesedihan terurai...

Rabu, 04 Mei 2011

Cinta salah langkah

Aku menangis di tepi dari sebuah langkah salah ,
mengurai tangis menelan derita akan sebuah cinta
karena cinta membuat ku lupa dari norma yg ada
merengut kesucian u/ pembuktian sebuah cinta
walau akhirnya cinta tk menyatu dlm sebuah ikatan suci
aku tk tahu apa yg ku perbuat dlm hidup ini
hina kah aku, bodohkah tingkah ku
melepas kesucian,mengalahkn akal sehat demi kemenangan nafsu setan
kini hanya penyesalan berbaur rasa dosa
menelan derita dari sebuah cinta salah langkah

Engkau yg ku panggil "Wanita hebat" oleh Asep Rosidi

Aku tahu engkau wanita dengan selembut rasa yang ada
Walau engkau kini tak seceria dulu
Kini engkau dalam dilema akan sebuah penghianatan cinta

Jangan lemah wahai wanita yg ku panggil "wanita hebat"
Bangkitlah dalam semangat yang pernah ku kenal
Jangan kau sesali kesucian itu hilang
Bukan berarti bunga layu tak lagi mekar kembali
Karena wanita secantik dirimu tak patut bersedih
Dari kesalahan yang tak pernah kau inginkan

Tersenyumlah wahai engkau, secerah mentari pagi & sambutlah hari-hari mu dengan langkah ketegaran..
Buanglah rasa ketakutan mu yang membuat mu larut di dalamnya

Karena engkau masih memiliki sesuatu yang berarti dalam hidup mu.,

Sesuatu yang tak ternoda yaitu kecantikan hatimu yang melebihi kesucian yang ada.

Menebar Cinta Beralas Janji oleh Asep Rosidi

Dia pernah mengucap janji di atas sebuah cinta yg ada
Tak akan pernah meninggalkan ku & menduakan cinta

Tapi mengapa seiring waktu kau perlahan-lahan lupa kan janji mu

Apakah cinta membuat mu lupa ataukah cintamu melupakan ku

Sehingga janji manis mu mencintai ku pun tak ada lagi,..
Bodoh kah aku mencinta mu & percaya akan janji mu

Biarlah cinta ku menelan pahit darimu atas segala kepandaian mu menebar cinta beralas janji...

FATHIMAH AZ~ZAHRA'

Betapa mulianya fatimah,karena dlm dirinya kemuliaan terbit dari tiga arah.
Putri siapakah dia?
Istri siapakah dia & ibu siapakah dia?
Tidak ada yg lebih mendekati kemuliaan ayahnya selain dirinya,
Dia adalah putri kesayangan sang makhluk pilihan dan sang penebar hidayah bagi mereka yg menghendakinya, Ayahnya adalah rahmat bagi seluruh alam & idola hidup di dunia,
Ayahnya telah membangkitkn jiwa2 yg tertidur lelap dgn kekuatan spiritualnya seolah dia menghidupkn kembali jiwa2 yg tertidur setelah matinya dgn memulai sejarah kehidupan baru,layaknya pengantin yg memulai kehidupan barunya.
Suami Fathimah adalah orang yg di singgung dlm surat "Hal ataa",
Dialah mahkota yg lebih cemerlang daripada sinar mentari di waktu Dhuha,
Dialah sang pemberani yg berkat pertolongan Allah mampu menyingkirkan segala kebathilan & kezhaliman dgn pedangnya,
Rumahnya adalah gubuk & harta kekayaannya adalah pedang yg selalu di sandangnya
Namun dalam keluarga Fathimah,tumbuh dua generasi cemerlang hasil didikan dirinya, yakni kedua anaknya sang pemimpin para mujahid & sang pelekat persatuan umat.
Fathimah adalah figur contoh bagi para ibu & teladan dalam segala kemuliaan hidup,
Hasan lah yg mengembalikan persatuan umat setelah sebelumnya mengalami perpecahan, Hasan pernah menyingkir dari kekhalifahan & hanya menjadi iman bagi pengikutnya sedang Husain termasuk orang2 yg shalih & mulia, yg sangat bersih dan murah hati tabiatnya..



Syair oleh seorang penyair pakistan " Dr.Muhammad Iqbal "

Satu Jiwa

Jiwaku terpaut dengan jiwanya sebelum diri kami diciptakan,sesudah kami menjadi nuthfah dan sesudah berada dalam ayunan
keterpautan ini terus berkembang seiring dengan perkembangan kami, seandainya kami berdua mati pun tentulah jiwa kami seperti semula takkan terpisahkan
cinta kami tetap lestari meskipun menghadapi berbagai peristiwa
akan menjadi hiburanku dalam kegelapan liang lahat alam kubur
curahan air seakan-akan hampir saja menggoresi kelembutan kulitnya manakala ia mandi, karena kelembutannya yang sangat

???....

Hai mataku, kamu tidak boleh tidur biarkan air matamu mengalir dengan deras, hanya air matalah yang dapat memadamkan bara kerinduanku kepadanya yang selama ini tersimpan di dalam dada seperti api dalam sekam,

wahai hatiku yang kini telah kering dan hancur oleh kerinduan, biarkanlah dirimu lebur tiada yang menyalahkanmu

wahai dzat yang tunduk patuh kepada-Nya semua orang yang mulia, kemuliaan-Mu tiada yang menyamai

kutengadahkan kedua tanganku kepada-Mu meminta perlindungan dari cinta
saat semua mata lelap dalam tidurnya

Kerinduan

Apakah mataku dapat disembuhkan dengan tidur sedangkan hatiku di cekam oleh rasa sakit karena rindu
engkau lihat aku tidak pernah kikir dengan air mata ku karena mengingatmu

Demi kekasihku, aku rela air mata ini mengering habis tak lagi menetes

Sesungguhnya hatiku sangat sedih karena merindukanmu, sehingga rintihanku hanya dapat terpendam di dalam dada ku

Kasih sayang ku kepada mu, wahai kekasihku, bukan hal yang baru melainkan hal yang baru adalah karena berada jauh dari orang yang dicintai....

Masih ku ingat...??

Sebaris kata itu masih ku ingat
Ketika untaiannya masih melekat
Akan semangat
Betapa dirimu menjadi sebuah pemikat

Mencoba melepas semuanya
Namun bayang semu selalu hadir
Menusuk pikiran membelah nalar

Sebuah dilema itu muncul
Dari nalar yang membelah
Akankah ada penyesalan di ujung batas yang telah dilalui
Ataukah penyesalan yang selalu bersemayam menghantui pikiran